Powered By Blogger

Ahad, 17 November 2013

Taman Rashidah Utama

Pertama kali kau ku cinta
Pertama kali ku diluka
Kini aku menjadi tanda 
Sebuah kubur cinta

Ku berjalan di dalam hujan
Mencari api yang terpadam
Namun sudah sekian lama
Hanyalah gelap gelita

Sebagai satu kenangan
Ku ciptakan satu taman
Rashidah Utama 
Sebuah kubur cinta

Ku berpijak nyata di sini
Tak tercapai bintang di langit
Ku siramkan airmata
Pada darah cinta
Sebagai hiasan taman ini

Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta
Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta

Biarkanlah aku disini
Menjadi nisan cinta ini
Izinkanlah aku mengenang
Dirimu oh.......sayang

Khamis, 14 November 2013

Ratuku

Bisikan yang pertama
Membawa erti untuk selamanya
Aku bagai tak percaya
Apa yang telah kurasa
Engkau bagaikan oohhh....permataku
Engkau pun jua ratuku

Engkaulah segalanya
Engkau hanyalah untuk diriku
Aku hanya untukmu
Itulah janjiku padamu
Kita bagaikan ombak dan pantai
Tidakkan terpisah lagi
Walaupun pasangnya
Walaupun surutnya laut

Ratapan naluri
Memanggilkan namamu

Kerana pertemuan ini
Akanku abadikan
Segala memori
Kulewati waktu itu
Didalam pelukanku
Gugurnya pemisah
Di antara kita terbinanya
Satu mercu tanda
Cinta yang setia
Meredahi masa meniti usia
Hingga ke akhirnya
Kuabadi cinta di hati ini

Al-Haq

Andainya ku bisa putarkan saat waktu
Ku perbetulkan segala kesilapan lalu
Andainya kupernah melukakan hatimu
Izinkan aku mengubat jiwa ragamu
Segala-gala duka dan suka
Tak pernah dapat ku lupa
Daku manusia biasa
Dibawa dosa pahala
Hidup didunia cuma sementara
Janganlah leka jangan terpedaya
Antara kaca dan juga permata

Ku bersujud padamu
Berdoa pada yang satu
Padamu aku mengadu
Allah yang satu
Mohon petunjuk darimu
Berderai air mataku
Ku ingin dekat denganmu

Ya Allah
Ampunilah dosa-dosaku yang lalu
Ya Allah
Maha Pengasih, Penyayang, Maha Mengerti

Andainya ku bisa hidup seribu tahun lama lagi
Ku kota kata-kata yang telah ku janji
Andainya ditakdirkan esok aku pergi
Susun sepuluh jari mohon diampuni
Janganlah bersedih berduka
Berjumpa disana kembali
Kembali kepada pencipta
Diruang luas yang terbuka
Pintu syurga dan neraka
Bertapa kau bersedih berduka dijiwa gelora didalam dilema menanggung derita

Ku bersujud padamu
Berdoa pada yang satu
Padamu aku mengadu
Allah yang satu
Mohon petunjuk darimu
Berderai air mataku
Ku ingin dekat denganmu

Ya Allah
Ampunilah dosa-dosaku yang lalu
Ya Allah
Maha Pengasih, Penyayang, Maha Mengerti

Allahu Akbar, Allah Maha Besar
Mari memuja memuji
Maha Kaya Berkuasa
Ampunilah segala dosaku yang lalu

Bukan Milik Kita

Ditinggalkan kehilangan
Bagian hidup kita
Tak usahlah kau tangisi takdir
Tak ada yang abadi di dunia ini
Semua pastikan kembali
Hidup ini sudah tertulis
Tenangkan jiwamu dan hatimu

Ikhlaskanlah relakanlah
Semua yang ada pasti kan pergi
Ikhlaskanlah relakanlah
Semua yang hidup pasti kan mati

Ikhlaskanlah relakanlah
Semua yang ada pasti kan pergi
Ikhlaskanlah relakanlah
Semua yang hidup pasti kan mati

Ikhlaskanlah relakanlah
Semua yang ada pasti kan mati
Semua yang hidup pasti kan mati
Hidup bukan milik kita
Hidup bukan milik kita

Tiada Rahsia Antara Kita

Oh...
Mengapa aku
Dilukai, didusta, dipenjara
Begini

Oh....
Cinta
Manisnya jika tiada
Rahsia antara kita

Tabir di wajahmu
Tak mungkin
Sembunyikan rasa
Namun apa yang kau lakukan padaku
Memerlukan penjelasan

Demi cinta
Tak pernah aku mengkhianatimu
Janji ku genggam
Hingga terbukti nyata

Demi cinta
Tak pernah aku curigaimu
Namun apa yang kau lakukan padaku
Adalah penyiksaan
Ku bagai biduk
Yang kehilangan arah
Menentang arus

Oh....Oh
Mengapa aku
Dilukai, didusta, dipenjara
Begini

Oh...
Cinta
Manisnya jika tiada
Rahsia antara kita

Segala gerakmu
Di dalam perhatianku
Namun kau buatku
Bagai tak wujud di sisimu

Di Kala Hujan

Ketulusan senyumanmu
Mengundang sesuatu
Sukar untuk ku gambarkan
Ke dalam bentuk kata-kata

Kekuatan sandaranku
Ku dirikan masa lalu
Luruh bagai dedaunan
Di kala hujan angin datang

Merembasi
Berkali diri bertanya
Siapakah gerangan kau sebenarnya

Aku yang semalam
Selalu berkata
Tunjukkan diri pemilik jiwa

Suci seberkas dosa
Bisa mengenaliku
Bisa terima diriku seadanya

Dan aku tahu
Keterlanjuran ucapanku
Selamanya ini yang menghantu
Diriku dari mendekatimu
Kekasihmu

Ku tahu
Pengalaman yang sebegitu
Maksudku tindakanku dahulu
Mungkin akan jauhkan dirimu kekasihku

Damai Di Hati

Malam yang sepi
Aku sendiri
Di ingatan tergambar wajahmu
Tidak kau sedar
Hatiku kau luka
Adakah aku yang bersalah
Yang terluka dan kecewa
Kepedihan yang ku alami
Masih ku terasa
Peristiwa lalu
Waktu bersamamu kasih
Biar ku menangis
Biar ku merintih
Walau terseksa di hati

Pergilah sayang
Menyusur arahmu
Biar ku cari
Damai di hati

Yang terluka dan kecewa
Kepedihan yang ku alami
Masih ku terasa 
Peristiwa lalu
Waktu bersamamu kasih
Biar ku menangis
Biar ku merintih
Walau terseksa di hati
Seksa begini
Aku begini